The Bamboes, Suara Merdeka dari Jalanan


Kerasnya kehidupan di jalanan, tidak mematikan kreativitas anak-anak yang hidup di sana. Di Medan, anak-anak jalanan membentuk sebuah kelompok musik The Bamboes. Eksistensi mereka di ...

Buku Saku Pencegahan Perdagangan Anak - Dewasa


Persoalan perdagangan anak merupakan tanggungjawab Negara untuk menyelesaikannya. Namun pada sisi lain, masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan penghapusan perdagangan anak. Melakukan penghapusan ...

Buku Saku Pencegahan Perdagangan Anak - Sebaya


Persoalan perdagangan anak bukan saja persoalan yang akan di selesaikan oleh orang dewasa, tetapi remaja juga bisa ikut andil dalam melakukan pencegahan terhadap perdagangan anak, ...

Total Pengujung : 232723
Total Klik : 11147 hits
Total Bulan Ini : 982 users
Total Hari Ini : 51 users
Total Online : 4 users

Disdik Medan Jalin Kerjasama dengan Dunia Usaha dan Industri

28-Juli-2010 - 521 kali dibaca - kliping « url links | cetak »

Medan , (Analisa)- Dinas Pendidikan Kota Medan untuk peningkatan mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) pada penutupan Workshop Kerjasama antara DUDI dan SMK di Aula Balai Penyuluhan Pertanian-Dinas Pertanian Pemprovsu,

Jalan Karya Pembangunan Medan, Jumat (23/7).

Kerjasama disaksikan Kepala SMK Negeri dan Swasta serta ketua program studi se Kota Medan. Penandatangan MoU dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Drs Hasan Basri, MM dengan delapan DUDI yakni, manager HRD Emerald Garden Hotel, Hartono, Manager HRD Carrefour Indonesia Plaza Medan Fair, Tugo Parsaoran Tambunan, Direktur Lembaga Diklat Profesi (LDP) Indonesia, Tetty Juliaty, SE, MSi, Manager Kantor Akuntan Publik, Erwin, Zikri, dan Togar, Togar Manik SE, CPA, Service Manager Auto 2000 Jalan Gatot Subroto, Suparman, Store General Manager, Hypermart, Riswanda, dan Dekan Fakultas MIPA USU, Dr Sutarman.

Isi dari kerjasama itu antara lain, di bidang perhotelan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi perhotelan, tata boga serta restoran dan service. Selain itu, bidang otomotif, bisnis manajemen, teknologi computer jaringan, rekayasa perangkat lunak, multimedia, webdisain. Kedua belah pihak sepakat, dalam pemberdayaan keterampilan dan kompetensi siswa dalam hal, penyelenggaraan pendidikan system ganda (PSG), penempatan magang lulusan, pemanfaatan hasil unit produksi SMK.

Kadis Pendidikan Kota Medan mengatakan, hendaknya ke depan lebih meningkat tidak hanya kepada delapan dunia usaha dan dunia industri tapi ke seluruh perusahaan yang ada di Medan .

Dia menegaskan, banyak perusahaan di Medan seharusnya memiliki manfaatkan bagi peningkatan pendidikan melalui program Corporate Social Responcibility (CSR) ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). "CSR di perusahaan-perusahaan seharusnya bermanfaat bagi pemberdayaan SMK sebagaimana dicita-citakan pemerintah "SMK Bisa"," ujar Hasan Basri didampingi Kasie Kurikulum dan Kesiswaan SMK Dinas Pendidikan Kota Medan, Drs Zulhanif.

Hasan Basri menambahkan pemerintah memberi perhatian yang penuh terhadap dunia pendidikan di SMK. Antara lain disebutkan, ada SMK di Medan akan mendapat kucuran dana yang besar hampir Rp15 miliar dari pemerintah pusat. "Ini kesempatan yang baik, untuk itu perlu SDM yang baik pula," katanya.

Sementara, Direktur LDP Indonesia Cabang Sumatera Utara, Tetty Juliaty SE MSi mengatakan memilih kerjasama dengan dinas pendidikan sebagai bentuk merasa peduli terhadap pendidikan khususnya pemberdayaan SMK.

"Langkah ini juga membantu pemerintah dalam meningkatan mutu pendidikanSMK. Guru dan sekolah sendiri dapat menindaklanjuti dengan adanya MoU ini baik dalam peningkatan siswa, guru dan pembelajaran. Hendaknya peningkatan tidak hanya di lindungan sekolah tapi harus roadshow melihat kerja dunia industri terkini," katanya.

Perlu Ditingkatkan

Dia menilai kurikulum sudah bagus, tapi sayangnya kemampuan guru masih perlu ditingkatkan. Guru masih kurang di bidang kompetensi materi produktif. "Dengan adanya MoU guru tidak ragu terjun langsung ke perusahaan. Kita melihat melihat yang diajarkan masih yang dulu-dulu padahal sekarang ada perkembangan seperti di bidang sekretaris ada file elektronik dan surat dari email. Kalau ini tidak diajarkan kan bisa bingung siswa saat bekerja," katanya.

Tetty menambahkan, SMK lebih dini mempersiapkan lulusan yang bersertifikasi kompetensi menuju SDM yang berkualitas dan diakui dunia internasionak. SMK juga harus mampu menciptakan wirausaha muda mandiri sehingga mampu mengurangi pengangguran dan menciptakan peluang yang belum tersentuh selama ini.

Hal sama juga disampaikan Service Manager Auto 2000 Jalan Gatot Subroto, Suparman dia berkeinginan agar guru-guru menindaklanjuti Mou yang disampaikan pada workshop ditindaklanjuti. Sekolah-sekolah, katanya tidak usah ragu melalukan roadshow seperti datang ke hotel-hotel maupun bengkel untuk melihat perkembangan terkini terhadap materi ajar yang diajarkan kepada siswa.

"Sekarang mobil yang ada tahun 2010, sedangkan di sekolah yang diajarkan tahun 80-an, kalau tidak ada roadshow ke bengkel, maka siswa bisa bingung saat magang," katanya. (maf)

klipingan lain