Meulaboh – Sekitar 300-an anak pelajar SD/MIN, SLTP dan SLTA di Aceh Barat mengikuti kegiatan dialog dengan legislatif dan eksekutif, Sabtu (24/7/2010) di Gedung DPRK Aceh Barat di Meulaboh. Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tersebut digagas Yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak) bekerjasama dengan World Vision Indonesia (WVI) Meulaboh.
Pertemuan ini diwarnai dengan pembacaan deklarasi Anak Aceh Barat yang dihasilkan dari Kongres Anak Aceh Barat yang berlangsung pertengahan Juli lalu. Pada pokoknya deklarasi itu berisi seruan kepada legislatif dan eksekutif untuk memberikan perhatian kepada anak sebagai generasi masa depan. Seterusnya deklarasi yang dibacakan Ketua Forum Anak Aceh Barat, Iin Farlinda tersebut diserahkan kepada legislatif dan eksekutif yang hadir dalam acara itu.
“Kami berharap agar orangtua kami yang ada di legislatif dan eksekutif untuk memberikan dukungan terhadap Forum Anak Aceh barat yang sudah terbentuk, dan memberikan perhatian kepada persoalan-persoalan anak yang ada di Aceh Barat,” kata Iin Farlinda.
Wakil Ketua DPRK Masrizal dalam kesempatan itu menyatakan, Forum Anak Aceh Barat yang sudah terbentuk merupakan wadah yang sangat baik bagi anak untuk tempat melaksanakan aktivitas dan membuat kreasi-kreasi yang berguna untuk masa depan.
“Jangan disia-siakan dan lanjutkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan di dalam sebuah program dan rapat-rapat khusus. Sudah banyak forum-forum yang lahir dari masyarakat. Sampaikan suara-suara anak di dalam forum anak yang sudah ada, dan nantinya dapat disampaikan kepada legislatif Aceh Barat. Kami siap mendukung,” tukas Masrizal.
Dalam dialog anak dengan unsur pemerintah dan legislatif, sejumlah anak meminta perhatian atas beberapa persoalan yang dihadapi anak di Aceh Barat. Antara lain Rahma dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3, Bagus dari Madrasah Tsanawiyah (MTsN) Model, dan Nita siswa SD Pondok Geulumpang.
Project Coordinator KKSP Aceh Taufik Hidayat Haharap menyatakan, kegiatan dialog anak dengan pihak legislatif dan eksekutif ini merupakan momen penting untuk semakin mengintensifkan komunikasi anak dengan pata pemangku kebijakan di daerah, dan jika memungkinkan bakal berlangsung setiap tahun bersamaan dengan peringatan HAN. .
“Pemerintah Aceh Barat perlu meniru Aceh Besar yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai Kota Layak Anak yang pertama di Aceh. Langkah seperti ini mencerminkan bagaimana perhatian pemerintah daerah terhadap anak,” kata Taufik. (rde)