Orangtua yang Tak Sekolahkan Anak Harus Dihukum 26-Juli-2010 - 395 kali dibaca - kliping « url links | cetak »TRIBUN-MEDAN.com, MEULABOH - Anak-anak di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, mendesak pemerintah memberikan hukuman kepada para orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya. Desakan itu tertuang dalam deklarasi yang dihasilkan dalam Kongres Anak Aceh Barat.
Selain menghasilkan deklarasi, yang berisi butir-butir kesepakatan para peserta kongres yang mewakili anak-anak dari kecamatan di Aceh Barat, kongres tersebut juga membentuk Forum Anak Aceh Barat yang diketuai Iin Farlinda, siswa kelas dua Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Meulaboh.
Dalam keterangannya Farlinda menyatakan, secara umum butir-butir kesepakatan yang mereka hasilkan dalam deklarasi itu merupakan tuntutan agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi anak di Aceh Barat.
“Seluruhnya ada tiga belas butir pernyataan. Masalah hukuman untuk orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya sangat penting, agar semua anak dapat mengecap pendidikan,” kata Farlinda kepada wartawan Kamis (22/7/2010) di Meulaboh, Aceh Barat.
Menurut Farlinda, pemberian hukuman itu harus seiring dengan upaya pemerintah memberdayakan ekonomi lemah orangtua anak putus sekolah dan kurang mampu, serta memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak putus sekolah maupun kurang mampu. Dengan demikian tidak ada alasan bagi setiap orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya.
Dalam deklarasi itu, anak-anak Aceh Barat juga meminta penghapusan segala jenis hukuman fisik terhadap anak di sekolah, serta penghapusan diskriminasi pelayanan kesehatan di rumah sakit terhadap setiap anak. Pemerintah juga diminta untuk terus mensosialisasikan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan, ekploitasi dan trafficking secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa.
Deklarasi yang dihasilkan tersebut, merupakan bagian akhir dari pelaksanaan Kongres Anak pada 17 dan 18 Juli lalu yang diikuti 43 anak yang didukung Yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak) Aceh beserta Word Vision Indonesia (WVI) Aceh Barat. Namun karena beberapa kendala, poin-poin deklarasi baru bisa disempurnakan hari ini.
Rencananya deklarasi itu akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam rangkaian peringatan Hari Anak yang berlangsung di Gedung DPRK Aceh Barat 24 Juli mendatang yang dibarengi dengan kegiatan dialog anak dengan pihak eksekutif dan legislatif.
Deklarasi Anak Aceh Barat
Kami anak-anak Aceh Barat yang mengikuti Kongres Anak Aceh Barat pada tanggal 17 sampai 18 Juli 2010 menyerukan kepada para Pemimpin Aceh Barat dan semua lapisan masyarakat untuk:
1. Hapuskan hukuman fisik di sekolah karena itu hanya merugikan fisik dan mental kami sebagai anak-anak.
2. Lindungi dan rehabilitasi anak-anak yang menjadi korban kekerasan yang dijamin di dalam Qanun Aceh barat maupun peraturan bupati tentang perlindungan anak korban kekerasan.
3. Berikan bantuan pendidikan kepada anak-anak putus sekolah maupun kurang mampu agar mereka dapat bersekolah kembali.
4. Pemerintah juga harus memberdayakan ekonomi lemah orangtua anak putus sekolah dan kurang mampu.
5. Beri hukuman kepada para orang tua yang tidak menyekolahkan dan mempekerjakan anaknya di bawah umur.
6. Hapuskan diskriminasi pelayanan kesehatan di rumah sakit terhadap setiap anak.
7. Libatkan anak dalam musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang) di desa, kecamatan dan kabupaten aceh barat. Dengan cara mengadakan Musrenbang anak di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten aceh barat.
8. Sediakan fasilitas bermain bagi anak agar kami sehat dan kreatif
9. Pihak kepolisian harus lebih pro-aktif dan bertindak cepat dalam penyelesaian kasus dan melindungi anak dari korban kekerasan, trafficking dan ekspoloitasi.
10. Gratiskan akte kelahiran kepada setiap anak yang dapat diproses di kantor desa dan kecamatan setempat.
11. Pemerintah harus mensosialisasikan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan, ekploitasi dan trafficking secara berkelanjutan di Aceh Barat, kepada masyarakat dan pemerintah di desa, kecamatan dan kabupaten.
12. Kami anak Aceh Barat bertekad dan berusaha akan terus berperan aktif untuk menyuarakan hak anak.
13. Kami mengharapkan dukungan penuh kepada pemerintah terhadap forum anak yang telah terbentuk di Aceh Barat.
Demikian Deklarasi ini kami buat,dengan harapan semoga para pemimpin Aceh Barat dan masyarakat menghormati, memperhatikan dan melindungi hak-hak kami sebagai anak.(*) klipingan lain
|